Di tenggah jalan aku melihat orang sedang memarkir mobilnya. dan seorang bapak-bapak terlihat binggung. Aku rasa dia gak mungkin tersesat di tempat yang sederhana ini. Aku mendekati bapak itu. Dari jauh aku memberikan senyum kpdnya dia pun membalas senyumku.
“cari siapa, pa??” sapaku
“begini de, saya mau mendaftarkan anak saya kesekolah ini?”jawab bpk itu
Dengan sedikit binggung saya menawarkan kepada bapak tadi untuk pergi ke rumah kepala sekolah, pasalnya ini bukan bulan pendaftaran murid baru. Sebelum bapak menyetujuinya, bapak itu berbincang-bincang dengan istrinya.
“begini de, ibu ingin tau dulu fasilitas dan kehidupan di sekolah ini”kata ibu tadi.
“boleh bu, ayo saya antarkan melihat-lihat sekolah yang sederhana ini”. Jawab saya
Saya mulai menjelaskan fasilitas-fasilitas yang ada di sekolah ini. Mulai dari kelas yang tidak bersatu, maksudnya kelas putri putri aja. Dan kelas putra-putra aja. Ini perpustakaannya, ruang tatausaha, ruang kepala sekolah, runang perpustakaannya. Dan laboratorium-laboratoriumnya. Mulai dari lab. Bahasa, lab matematik , lab komputer, lab fisika, lab biologi, lab kimia. Ruang makannya aku jelaskan beserta jadwal makan. Dan dapurnya, serta masakan yang sederhana. Aku ajak ibu itu melihat asrama putri, mungkin lebih barak pasalnya dalam satu kamar berisi kurang lebih 24 orng, beserta kamar mandinya. Kemudian aku manjelaskan jadwal sehari hari mulai dari bangun tidur, sholat subuh berjamaah, kemudian pergi ke kelas subuh-subuh untuk mencari ilmu. Sampai tidur lagi aku jelaskan. Organi sasinya. Tentang pembinaannya. Dan pelajaran-pejaran yang harus diikuti, pelajaran umum seperti pelajaran bahasa, sains, dll dan pelajaran agama seperti fikih, akhlaq,aqidah dll. Aku jelaskan sebisa mungkin. Aku jelaskan apa adanya. Aku jelaskan beserta kekuranggannya. Karna semua orang harus paham bahwa setiap sekolah atau lemaba pendidikan manapun pasti ada kekurangan dan kelebihannya.
Setelah cukup jelas, dan ibu itu pun tidak terlihat kebinggungan lagi, aku begitu senang karna ibu itu merespon ku baik. Ternyata ibu itu mau memasukan anak nya sekolah di sini tahun depan. Tahun ajaran baru. Merasa sudah cukup akupun berpamitan pada ibu dan bapak tersebut. Diakhir pertemuan sebagai orang sesama muslim kita saling mendoakan dan menggucapkan salam. Aku pun tersenyum sebelum sebelum meninggalkan mereka berdua. Beberapa langkah setelah aku berjalan. Seorang anak kecil, salah satu buah hati dari ibu bapak tersebut mengejarku, aku pun berbalik.
“ade, kenapa??” kata ku.
“ka ini dari mamah” jawab anak itu sambil memberikan ampau.
Walau aku tak tahu isinya apa. Sekalipun sejumlah cek atau tabungan. Aku tak mau menerimanya. Karna pada dasarnya aku membantu ibu itu dengan ikhlas. Tanpa mengharapkan apapun. Tapi anak itu tetap memaksa ku menerimanya. Dengan perasaan yang tak tentu aku aku pun menerima pemberian itu. Dan mengucapkan terimakasin kpda anak itu menitipkan rasa terima kasih kepada orang tuanya. Setelah itu anak itu pergi. Aku juga melanjutkan perjalannaanku. Sesampainya di asrama aku membuka ampau tersebut. Ternyata betapa ternyata. Ampau tersebut berisi sejumlah uang. Yang aku merasa lumayan bwt nembah uang jajanku. Saat itu aku benar-benar bersyukur. Ternyata betapa indahnya ketika kita membantu orang, baik d sadari apa tidak, kita mendapatkan buah dari kebaikan kita. dan Allah itu mampu memberi rezeki kpd kita dari sisi manapun. Karna itu semoga kita menjadi orang-orang yang selalu membantu orang lain di jalan kebaikan.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar