
Diatas lanagit pasti ada langit lagi dan dibawah bumi pasti aka ada bumi lagi. Ini lah kata-kata yang pas untuk menggambarkan bahwa tak ada manusia yang sempurna. Terkadang ketika kita berada di bawah, ketika kita terkena musibah kita sering merasa kitalah yang paling seng sara di muka bumi ini. dan ketika kita berada di atas seakan akan kita yang paling baik, padal masih banyak yang lebih baik.
Pernah pada suatu hari saya dinyatakan TIDAK LULUS salah ujian lisan. Sedangkan teman-teman yang lain dinyatakan LULUS. Hanya saya dan dua orang teman saya yang dinya takan TIDAK LULUS. Mungkin bwt yang lain LULUS / TIDAK LULUS itu hal yang biasa. Dan buat saya juga iasa tapi kali ini Kegagalan yang saya alami menjadi tidak biasa. Hal ini disebab kan karna sebelunnya saya test lisan juga dan saya dinyatakan LULUS, dan orang yang pertama lulus. Dikarnakan lain dan sebagainya ad penggan tian guru untuk pelajaran tersebut, nah di situlah awal masalahnya, waktu saya di test sama guru baru ternyata saya dinyatakan TIDAK LULUS. Wah, saya benar-benar tidak terima. Menrut kacamata saya guru saya yg pertama itu lebih baik dari pada guru saya yang kedua. Sya bener-benar tidak terima, seakan-akan saya harus belajar dari nol lg. Sampai saya menangis dalam waktu yang lama(1hari kurang) iu adalah waktu yang lama bagi sya yang jarang sekali menangis. Sampe mata saya bengkak dan idung saya udah kaya tomat merah. Sakit nya di nyatakan tidak lulus itu menusuk sampehati yang paling dalem (lebay bgt neh).
Disela-sela saya menaggis ada teman saya menghampiri sebut saja lala, dy berkata : dulu aq sama sekali tak bisa mata pelajaran ini, dan km lah yng menyuruhku sering berlatih. Dy mengatakn pada ku kalo aq bisa. Mendengar kata-kataX aku makin nangis menjadi jadi. Sampai kepalaku pusing. Aku berusaha menenangkan diri ku sendiri setelah aga-aga tenang dan mengiklaskannya. Mungkin aq harus banyak berlatih lagi.
Pada malam hari di hari yang sama seorang teman tiba-tiba menceritakan tentang kisah hidupnya, dan ini memang benar benar terjadi pada dirinya. Jika kita pernah mendengar di TV radio tentang kisah seorang gelandangan yang menjadi syukses itu mungkin biasa, yang entah direkayasa atau aslinya tapi apa yang aqu denar saai itu benar-benar asli tanpa rekayasa. Singkat cerita teman yang satu itu sejak kecil hidup dari belasksihannya orang. Dan dia itu kuliah dari hasil tetesan keringatnaya dia, dan orangtuanya itu cuek. Mendengar orng tuanya cuek seakan saya tertimpa rak buku. Ukh...!!! sy malu sama dirisaya sendiri saya punya orang tua yang peduli, yang perhatian tapi sya masih ngomel, saya masih aza bikin kesel orng tua. Sy sekolah tinggal sekolah, tak bekerja dulu. Tapi saya masih aja ngeluh, guru saya gax enank, blajarnya membosankan. Astagfirulloh.. kenapa saya melihat satu titik hitam dalam kertas putih yang besrnya tak terkira. .ya alloh sesungguhnya nikmat mu itu maha besar, dan tak pernah terhitung. Tapi hamba melihat titik noda itu menjadi besar,,, padahal noda itu sepetiganyapun enga. Ya alloh bukakanlah pandangan mata dan hatiku seluas luasnya supaya noda hitam itu tidak terlihat.fastabikulkhairoh
Pernah pada suatu hari saya dinyatakan TIDAK LULUS salah ujian lisan. Sedangkan teman-teman yang lain dinyatakan LULUS. Hanya saya dan dua orang teman saya yang dinya takan TIDAK LULUS. Mungkin bwt yang lain LULUS / TIDAK LULUS itu hal yang biasa. Dan buat saya juga iasa tapi kali ini Kegagalan yang saya alami menjadi tidak biasa. Hal ini disebab kan karna sebelunnya saya test lisan juga dan saya dinyatakan LULUS, dan orang yang pertama lulus. Dikarnakan lain dan sebagainya ad penggan tian guru untuk pelajaran tersebut, nah di situlah awal masalahnya, waktu saya di test sama guru baru ternyata saya dinyatakan TIDAK LULUS. Wah, saya benar-benar tidak terima. Menrut kacamata saya guru saya yg pertama itu lebih baik dari pada guru saya yang kedua. Sya bener-benar tidak terima, seakan-akan saya harus belajar dari nol lg. Sampai saya menangis dalam waktu yang lama(1hari kurang) iu adalah waktu yang lama bagi sya yang jarang sekali menangis. Sampe mata saya bengkak dan idung saya udah kaya tomat merah. Sakit nya di nyatakan tidak lulus itu menusuk sampehati yang paling dalem (lebay bgt neh).
Disela-sela saya menaggis ada teman saya menghampiri sebut saja lala, dy berkata : dulu aq sama sekali tak bisa mata pelajaran ini, dan km lah yng menyuruhku sering berlatih. Dy mengatakn pada ku kalo aq bisa. Mendengar kata-kataX aku makin nangis menjadi jadi. Sampai kepalaku pusing. Aku berusaha menenangkan diri ku sendiri setelah aga-aga tenang dan mengiklaskannya. Mungkin aq harus banyak berlatih lagi.
Pada malam hari di hari yang sama seorang teman tiba-tiba menceritakan tentang kisah hidupnya, dan ini memang benar benar terjadi pada dirinya. Jika kita pernah mendengar di TV radio tentang kisah seorang gelandangan yang menjadi syukses itu mungkin biasa, yang entah direkayasa atau aslinya tapi apa yang aqu denar saai itu benar-benar asli tanpa rekayasa. Singkat cerita teman yang satu itu sejak kecil hidup dari belasksihannya orang. Dan dia itu kuliah dari hasil tetesan keringatnaya dia, dan orangtuanya itu cuek. Mendengar orng tuanya cuek seakan saya tertimpa rak buku. Ukh...!!! sy malu sama dirisaya sendiri saya punya orang tua yang peduli, yang perhatian tapi sya masih ngomel, saya masih aza bikin kesel orng tua. Sy sekolah tinggal sekolah, tak bekerja dulu. Tapi saya masih aja ngeluh, guru saya gax enank, blajarnya membosankan. Astagfirulloh.. kenapa saya melihat satu titik hitam dalam kertas putih yang besrnya tak terkira. .ya alloh sesungguhnya nikmat mu itu maha besar, dan tak pernah terhitung. Tapi hamba melihat titik noda itu menjadi besar,,, padahal noda itu sepetiganyapun enga. Ya alloh bukakanlah pandangan mata dan hatiku seluas luasnya supaya noda hitam itu tidak terlihat.fastabikulkhairoh




Tidak ada komentar:
Posting Komentar